Titanium adalah unsur kesembilan paling melimpah di kerak Bumi, namun harganya mahal karena proses produksinya rumit dan berbasis batch. Enam tahap mengubah bijih menjadi produk jadi. Tahap 1—Proses Kroll: Bijih titanium diklorinasi menjadi TiCl4, dimurnikan melalui distilasi, lalu direduksi dengan magnesium cair pada suhu 800–900°C dalam reaktor tertutup di bawah atmosfer argon. Setelah distilasi vakum, terbentuk spons titanium murni dengan kadar Ti 99,5–99,8%. Setiap batch memerlukan waktu 2–3 hari dan menghasilkan 5–10 ton. Tahap 2—Peleburan VAR: Spons dikompaksi bersama unsur paduan menjadi elektroda, kemudian dilebur di bawah vakum dalam krus tembaga berpendingin air. Peleburan ganda atau tripel memastikan komposisi yang seragam. Tahap 3—Tempa dan Rol: Ingot ditempa pada suhu 900–1000°C menggunakan pres hidrolik hingga 4500 ton guna memecah struktur corannya, lalu digulung panas menjadi batang, pelat, lembaran, atau tabung. Tahap 4—Pemanasan Ulang (Annealing): Perlakuan panas pada suhu 650–785°C untuk mengurangi tegangan sisa. Tahap 5—Penyelesaian Akhir (Finishing): Pengasaman (pickling) menghilangkan lapisan oksida dan lapisan alfa (alpha-case), dilanjutkan penggilingan dan pemotongan ke dimensi akhir. Tahap 6—Pengujian: Analisis kimia, uji tarik, ultrasonik, arus eddy, identifikasi material positif (PMI), inspeksi dimensi, serta inspeksi visual. Hal-hal yang harus diverifikasi pembeli: kualitas spons, peleburan VAR ganda/tripel, rasio tempa, penghilangan lapisan alfa (alpha-case), serta laporan uji lengkap. Ylasting Titanium mengoperasikan jalur produksi lengkap di Baoji dengan laboratorium internal. Hubungi kami untuk pertanyaan produksi atau kunjungan pabrik.